Jika anda mendengar kalimat “ karakter bangsa Jepang “ , apa yang pertama kali muncul di benak pikiran anda ?

Jika anda mendengar kalimat “ karakter bangsa Jerman “ , apa yang pertama kali muncul di benak pikiran anda ?

Dan ketika anda mendengar kalimat “ karakter bangsa Indonesia “ , apakah kira-kira  yang pertama kali muncul di benak pikiran anda ?

Mampukah anda menjawab pertanyaan tersebut ? ….

Secara umum, karakter Bangsa Indonesia dapat disimpulkan dengan beberapa hal berikut :

  1. Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang tercermin dalam kesadaran , pemahaman, rasa, karsa dan perilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang bersumber pada nilai-nilai Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( 4 konsensus dasar nasional ).
  2. Membangun Bangsa Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, maju dan modern adalah tujuan dari pembangunan nasional sesuai pembukan UUD RI 1945, tetapi harus tetap mengakar pada nilai nilai budaya luhur bangsa Indonesia, yakni PANCASILA.

Pada pidato Bung Karno di acara KAA Bandung 1955  “unity in diversity Asia Afica, lalu pidato Bung Karno di acara Sidang Umum PBB 1960 New York  “ to Built the world A new “ dan Pidato di KTT Gerakan Non Blok Beograd Yugoslavia tahun 1961 “ New Emerging Forces “, bung Karno menjelaskan bagaimana Pancasila dapat menjadi sebuah alternatif IDEOLOGI TransNasional. Dimana ketiga pidato pada 3 acara besar dunia itu diusulkan oleh UNESCO menjadi MOW ( Memory of The World ) pada periode tahun 2018-2019.

“ Tidak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran, jika bangsa itu tidak percaya pada sesuatu, dan jika sesuatu yang dipercayainya itu tidak memilki dimensi –dimensi moral guna menopang peradaban besar ”. (John Gardner ) .

Dan Sukarno menyebut “ SESUATU” itu adalah sebagai “LEITSTAR” yaitu PANCASILA. Dan PANCASILA adalah leitstar BANGSA INDONESIA.

Pada tahun 1958, Sukarno mengatakan “ PANCASILA adalah satu Weltanschauung, satu dasar FALSAFAH, PANCASILA adalah satu alat mempersatu, yang saya yakin seyakin-yakinnya Bangsa Indonesia dari Sabang samapi Merauke hanyalah dapat bersatu padu diatas dasar Pancasila itu.” Dan inilah mengapa PANCASILA disebut saat ini sebagai JEMBATAN dan PEREKAT KESATUAN BANGSA dan NEGARA.

Yudi Latif pada 2017 mengatakan, “ PANCASILA merupakan titik temu yang memungkinkan segala warna dan perbedaan bersatu, titik tumpu yang menjadi landasan hukum, serta titik tuju kemana bangsa ini diarahkan, sehingga merunut hal tersebut layak dan pantas maka PANCASILA adalah sebuah “Common Denominator” segala perbedaan kebangsaan Indonesia.

Lalu pertanyaan yang timbul, Mengapa saat ini terjadi “Kemerosotan terhadap Karakter Bangsa Indonesia ?”

Beberapa hal berikut dapat menjadi kajian awal untuk menjawab pertanyaan tersebut, :

  1. Terjadinya Problem terhadap pemahaman tentang 4 konsensus dasar Bangsa ( Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI ).
  2. Problem akibat Eksklusivisme ( Aku dan Kami)
  3. Problem Kesenjangan dan Keadilan Sosial
  4. Problem Kelembagan dan Budaya Organisasi (Institusionalisasi)
  5. Problem Keteladanan ( Role Model )
  6. Problem Mental Koruptif
  7. Narkoba
  8. Potensi Konflik Horisontal dan disIntegrasi Bangsa akibat politisasi identitas.

Mungkin jika saja mau belajar memahami lalu mengaplikasikan kalimat berikut ini, “ Di dalam KITA, ada AKU dan KAMU, ada KAMI dan MEREKA. Tetapi BUKAN untuk MENGHADAPKAN AKU dan KAMU atau KAMI dan MEREKA. Karena didalam KITA ada rasa MEMAHAMI, MERASAKAN, dan BERGOTONG ROYONG saling membantu untuk kejayaan negeri”. Niscaya apa yang diharapkan oleh setiap anak bangsa untuk ada hadir bersama akan terwujud, seperti slogan PANCASILA adalah KITA.

PANCASILA adalah KARAKTER BANGSA INDONESIA, bagaimana hal ini dapat diwujudkan ? Karakter bangsa adalah JATI DIRI BANGSA, dan karakter bangsa Indonesia sejatinya adalah tiada lain PANCASILA, yang mencerminkan konsep, prinsip, dan nilai tertentu yang terkandung di dalam PANCASILA. Karakter Bangsa Indonesia yang merupakan JATI DIRI BANGSA INDONESIA, juga bermakna pengakuan rohaniah bangsa Indonesia, yang terpancar dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang menjadi ciri-ciri warga bangsa Indonesia, yang berpedoman konsep, prinsip dan nilai-nilai Pancasila, serta memiliki sikap, pikiran dan perilaku yang mencerminkan apa yang dicapai oleh bangsa Indonesia mulai dari pra kemerdekaan, merdeka, hingga kemajuan saat ini, tidak mungkin terjadi tanpa Ridho Tuhan Yang Maha Kuasa dan semua yang dicapai itu hanya untuk memuliakan namaNYA.

Dikutip dari Materi Taplaibang Lemhanas RI untuk anggota DPR RI 2019

Pemateri :

Dr. Silverius Yoseph Soeharso., SE.MM.Psi

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembinaan Ideologi Pancasila

Alumni Lemhanas RI 2011

Alumni ToT Dosen Lemhanas RI 2012

Mantan Deputi BPIP Bidang Pengendalian dan Evaluasi

 

Unduh PDF Dokumen Lengkap

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *